Awalnya ditulis dalam bahasa Inggris, diterjemahkan oleh OpenAI.
Saya menemukan Slowly pada akhir tahun 2019 atau awal 2020, tepat sebelum pandemi melanda Indonesia. Saya sedang menggulir Play Store ketika melihat aplikasi ini dan berpikir, “Hah? Versi digital dari surat pos? Menarik!” Rasa penasaran mengalahkan segalanya, jadi saya mengunduhnya.
Saya tidak ingat siapa yang menerima surat pertama saya (sudah terlalu lama!), tapi saya ingat perasaannya—campuran antara gugup dan bersemangat. Awalnya, saya menghadapi beberapa penolakan. Beberapa surat awal saya tidak pernah mendapat balasan. Tapi ada sesuatu dari Slowly yang membuat saya bertahan. Saya menyukai gagasan membangun pertemanan secara perlahan dan sengaja, satu surat yang penuh makna dalam satu waktu.
Apa yang paling saya sukai? Rasa menunggu—kebahagiaan menanti balasan, tanpa tahu cerita, emosi, atau budaya apa yang akan datang dalam amplop digital itu. Dan tentu saja… perangko! Saya benar-benar senang mengoleksi perangko dari berbagai negara dan merayakan koleksi tema hari internasional.
Melalui Slowly, saya telah bertemu orang-orang dari seluruh dunia. Saya belajar tentang budaya mereka, kehidupan sehari-hari mereka, bahkan masakan mereka. Saya mencoba membuat beberapa makanan yang dibagikan sahabat pena saya, dari Jalebi India, Goiabada Brasil, jeli sakura Jepang, hingga kimchi Korea—bisa dibilang percobaan saya tidak sempurna, tapi jelas menyenangkan. Beberapa sahabat pena saya bahkan menjadi teman sejati, dan sekarang kami tetap terhubung lewat media sosial.
Surat pos mungkin terdengar kuno, tetapi Slowly memberikan sentuhan modern dengan sensasi hangat yang sama. Jika kamu mencari koneksi yang nyata, Slowly adalah tempat yang tepat untuk menemukannya—satu surat dalam satu waktu.
