ddscvl3

ddscvl3

🇵🇹 Portugal
Cerita Slowly

Awalnya ditulis dalam bahasa Inggris, diterjemahkan oleh OpenAI.

Demi privasi, aku hanya akan membagikan inisial kami karena aku belum memberi tahu semua orang (seperti orang tuaku) tentang hubungan kami.

Pacarku O. dan aku, S., bertemu di Slowly. Aku mulai menggunakan Slowly pada Februari 2025. Aku belum menggunakannya lama. Aku berencana pergi ke negara O. pada Juli 2025 untuk mengikuti pelatihan. Aku ingin menemukan teman dari negara itu dan belajar bahasa baru. Aku menemukan profil O. di Slowly dan mengirimkan surat kepadanya. Karena surat itu membutuhkan lebih dari dua belas jam untuk sampai, aku harus menunggu dengan sabar. Slowly benar-benar membantuku belajar tentang kesabaran.

Aku mulai berbicara dengan O. setiap hari. Yang kulakukan hanyalah menunggu surat-suratnya datang. Pada bulan Maret, kami memutuskan untuk mengobrol di aplikasi pesan lain. Di akhir Maret, kami menyadari bahwa perasaan kami satu sama lain lebih dari sekadar teman pena. Kami mulai berpacaran, melakukan panggilan video, dan O. merencanakan tempat-tempat yang akan dia tunjukkan kepadaku ketika aku datang ke negaranya.

Untuk bepergian ke negara O., aku harus mendapatkan visa. Aku mengajukan permohonan sekitar empat bulan sebelum tanggal keberangkatan dan menunggu dengan gugup hasilnya. Aku baru bisa mengambil pasporku empat hari sebelum perjalanan — visanya disetujui.

Aku tidak akan pernah lupa saat aku melihat O. di bandara. Setelah perjalanan melelahkan selama dua belas jam, aku sangat lelah, tetapi semua itu terbayar — di sanalah dia, cinta dalam hidupku, berdiri di depanku sementara aku berusaha untuk tidak jatuh saat menarik koperku.

Itu adalah bulan terindah dalam hidupku. Kami berasal dari budaya yang sangat berbeda dan berbicara dalam bahasa yang berbeda, tetapi bagaimana mungkin kami bisa saling memahami lebih baik daripada siapa pun? Kami sangat berbeda, namun entah bagaimana juga sama. Kami berdua adalah orang yang menemukan kebahagiaan dalam hal-hal kecil dan sederhana. Makanan paling lezat yang pernah kumakan hanyalah sepotong roti yang kubagi dengannya. Minuman favoritku adalah es teh yang kami nikmati bersama. Aku belum pernah merasakan es krim seperti yang kumakan saat duduk di trotoar bersamanya. Aku tidak berada di tanah airku, tetapi menatap matanya membuatku merasa seperti di rumah.

Bersamanya, aku mencicipi hal-hal yang belum pernah kucoba, mendengarkan lagu-lagu yang belum pernah kudengar, dan menemukan sebuah negara yang sebelumnya asing bagiku. Melalui semua itu, aku menemukan sisi baru dari diriku — bagian dari jiwaku yang selama ini menunggu O. untuk membangunkannya.

Mengucapkan selamat tinggal di bandara terasa sangat berat. Dia hanya bisa menemaniku sampai pemeriksaan paspor. Setelah itu, aku sendirian, dan aku pikir aku menangis hampir satu jam sambil menatap potret yang dia berikan padaku.

Kami saling mengirim pesan setiap hari dan terus melakukan panggilan video. Sekarang semuanya terasa lebih sulit. Saat aku masih merencanakan kunjungan ke negaranya di bulan Juli, kami yakin akan bersama, tetapi sekarang kami tidak tahu kapan akan bertemu lagi. Aku adalah mahasiswa universitas yang akan lulus pada tahun 2026. O. harus menyelesaikan beberapa pelatihan untuk mendapatkan pekerjaan. Dia sangat ingin mengunjungiku, tetapi pelatihannya dijadwalkan selama masa liburanku, jadi dia harus tetap di negaranya. Aku mempertimbangkan perjalanan lain ke negaranya, tetapi permohonan visa memerlukan waktu dan biaya, yang kurasa tidak bisa kupenuhi. Aku rasa kami tidak akan bisa bertemu setidaknya selama satu tahun lagi.

Setelah lulus, aku berniat mencari pekerjaan di negaranya dan meningkatkan kemampuan bahasaku. Mungkin itu tidak mudah, tetapi aku ingin mencobanya karena aku percaya pada cinta antara aku dan O. Kadang aku merasa putus asa atau tidak berdaya, tetapi cinta murni O. memberiku kekuatan.

Kami ingin menikah. Mungkin akan ada hal-hal yang perlu diubah oleh aku dan O. dalam diri kami masing-masing. Bagaimanapun, kami lahir dan dibesarkan di bagian dunia yang berbeda, tetapi kami tidak melihat itu sebagai penghalang bagi cinta kami. Kami yakin kami akan benar-benar bahagia bersama. Aku sungguh berharap semua orang yang membaca cerita ini akan mendoakan kami dengan pikiran dan doa yang baik.

Aku memutuskan untuk berbagi kisah kami untuk menginspirasi pengguna Slowly lainnya dan untuk mengungkapkan rasa terima kasihku kepada tim Slowly. Berkat aplikasi luar biasa ini, aku dan O. menemukan satu sama lain. Kami menemukan cinta sejati. Aku berharap pengguna Slowly lainnya, bahkan mereka yang belum menemukan aplikasi ini, juga akan menemukan cinta sejati dan kehidupan yang bahagia.

© 2026 Slowly Communications Ltd.    
Ketentuan Layanan     Kebijakan Privasi     Cookies