Awalnya ditulis dalam bahasa Inggris, diterjemahkan oleh OpenAI.
Beberapa kisah lahir dari sebuah pandangan.
Kisah kita lahir dari sebuah surat.
Saat aku bertemu Mabel di sini, di Slowly, aku tinggal di Jepang dan dia di Belgia. Dua dunia yang berbeda, dua zona waktu yang jauh, dua kehidupan yang tak pernah membayangkan akan saling bersinggungan β sampai satu surat mengubah segalanya.
Awalnya, itu hanyalah kata-kata pemalu, penuh rasa ingin tahu dan keinginan untuk saling mengenal. Namun perlahan, setiap surat menjadi lebih dari sekadar pesan. Itu adalah sepotong jiwa yang dikirim melalui pos waktu. Dan waktu merawat kami dengan kelembutan.
Surat demi surat, kami membangun sesuatu yang tak lagi bisa terhimpit dalam layar. Ada kasih sayang di antara baris-barisnya, tawa yang melintasi peta, dan keheningan yang berbicara lebih lantang daripada kata-kata mana pun. Slowly mengajarkan kami untuk melambat. Dan tanpa terburu-buru, cinta pun datang.
Seiring waktu, percakapan kami berkembang: kami melakukan panggilan video, bertemu secara virtual untuk piknik, bahkan memasak bersama melalui layar. Setiap momen membuat kami semakin dekat, meski kami masih berada di negara yang berbeda.
Kini saat aku melihat ke belakang, rasanya masih seperti mimpi bahwa kami bertemu di sini, di antara perangko virtual dan penantian penuh cemas.
Tetapi mimpi itu menjadi nyata ketika kami bertemu di Brasil, pada akhir Agustus.
Hari-hari itu penuh dengan penemuan: suara yang sebelumnya hanya kubaca, sentuhan tangan yang hanya bisa kubayangkan, senyuman yang telah menemani aku begitu lama, bahkan dari kejauhan. Kami bersama hingga awal Oktober, dan setiap detik adalah bukti bahwa cinta dapat melintasi benua ketika cinta itu benar.
Dan sekarang, aku akan pergi ke Belgia untuk bisa lebih dekat dengannya. Dalam beberapa bulan, kami akan menikah β tapi ssst, jangan beri tahu siapa pun! Kami ingin menyimpan rahasia ini untuk diri kami sendiri dulu ππ₯Ή
Surat ini adalah ungkapan terima kasih kepada Slowly, karena telah menghubungkan takdir-takdir yang mustahil.
Dan untuk Mabel, karena menjadi kebetulan terindah dalam hidupku.
Semoga kisah ini mengingatkanmu bahwa cinta tak perlu terburu-buru.
Kadang cinta datang perlahan, surat demi surat, hingga ia menjadi seperti yang selalu ditakdirkan untuk menjadi.
