Awalnya ditulis dalam bahasa Inggris, diterjemahkan oleh OpenAI.
Aku tidak pernah membayangkan bahwa aku akan menemukan seorang teman melalui obrolan online — apalagi dengan cara yang begitu lambat dan kuno, seperti menunggu dengan sabar sebuah surat tiba, sesuatu yang memakan waktu namun penuh makna. Aku bergabung dengan aplikasi ini setahun yang lalu, tetapi selama periode itu, kesehatanku naik turun, dan akhirnya aku menghapus aplikasinya. Saat itu, aku juga kehilangan teman-teman yang sudah kubuat.
Setelah operasiku, ketika aku merasa lebih kuat dan sehat kembali, aku memutuskan untuk kembali dan memulai dari awal. Aku tidak terlalu berharap menemukan seseorang yang baru, karena saat itu aku sudah mengirim banyak pesan tetapi tidak menerima balasan satu pun. Jadi aku berencana mengirim satu pesan terakhir — “surat terakhir” — dengan harapan mendapat jawaban. Jika tidak ada balasan, aku berpikir untuk meninggalkan aplikasi ini selamanya. Namun kemudian, dia datang. Balasannya membuatku bahagia dengan cara yang tidak pernah kuduga. Surat-surat kami menjadi sumber kebahagiaan; masing-masing penuh dengan kehangatan dan saling pengertian di antara kami. Dari sana, pintu-pintu terbuka lebih lebar daripada yang pernah kubayangkan. Itu mendorongku untuk terus membuat banyak teman dari seluruh dunia — jiwa-jiwa baik dan penuh kasih yang terasa seperti berkah dalam hidupku. Keterbukaan dan penghargaan mereka jauh melebihi apa pun yang pernah aku bayangkan.
Sungguh menakjubkan bagaimana orang-orang asing dari seluruh penjuru dunia, dengan bahasa dan budaya yang berbeda, bisa terhubung begitu dalam hanya melalui kata-kata. Setiap pesan membawa kebaikan, humor, dan empati; rasanya seperti menangkap serpihan cahaya matahari yang masuk melalui jendela pada hari yang dingin. Di tengah kesepian dan ketidakpastian, komunitas kecil ini menjadi tempat perlindungan bagiku — tempat di mana aku bisa menjadi diriku sendiri, tanpa rasa takut atau penilaian.
Terima kasih untuk itu, Slowly. Ini bukan hanya tentang terhubung kembali dengan orang lain, tetapi juga tentang menemukan kembali ketangguhanku sendiri dan kebahagiaan saat membuka diri terhadap hadiah-hadiah persahabatan yang tak terduga.