Cerita-cerita Slowly
Persahabatan yang Hanya Bisa Ditemukan di Slowly
Sedikit demi sedikit, saya menyadari bahwa saya tidak hanya sedang mengenal budaya baru, tetapi juga mengenal diri saya kembali.
Waktu berlalu begitu cepat sehingga saya merasa seolah kembali ke momen ketika kami pertama kali bertemu dan saling berpelukan. Kami berpelukan dan menangis.
Dua orang ini mungkin tidak akan pernah bertemu satu sama lain, tetapi di benak saya, kata-kata mereka berdiri berdampingan seperti penahan buku yang menopang satu bab dalam hidup saya.
Itu pertengahan September 2021 dan malam itu kami resmi bersama. Jiwa kami telah saling menemukan.
Sungguh luar biasa membayangkan bahwa melalui aplikasi tukar surat yang sederhana, saya menemukan dukungan emosional dari orang-orang yang belum pernah saya temui.
Saya merasa dilihat dan dihargai di hadapannya โ dengan cara yang hanya bisa diberikan oleh seorang sahabat sejati โฆ
Saya sering berpikir betapa ajaibnya bahwa orang yang mengirim saya surat pertama di Slowly kini adalah orang yang sedang saya bangun kehidupan bersama.
Saya mencoba membuat beberapa makanan yang dibagikan sahabat pena saya, dari Jalebi India, Goiabada Brasil, jeli sakura Jepang, hingga kimchi Koreaโbisa dibilang percobaan saya tidak sempurna, tapi jelas menyenangkan.
Dalam menulis kepada orang lain, kita mulai melihat diri kita dengan lebih jelas โ bukan sebagai siapa yang kita pikir harus kita jadi, tapi sebagai siapa kita sebenarnya.
Sampai akhirnya kamu memberiku hadiah berupa tiket pesawat dan setelah terbang sejauh 800 km, aku akhirnya bisa bertemu denganmu secara langsung.
Dia mendengarkan dengan empati, memberikan nasihat bijaksana, dan selalu tahu cara membuat saya tersenyum.
Sekarang aku memiliki orang-orang yang bisa kuajak bicara kapan pun aku mau โ saat bosan, saat cemas, atau saat aku hanya butuh kata-kata yang menenangkan.